Ketika Cinta
Harus melepaskan
To let go, doesn't mean I stop caring. it just means I can't fix someone else. To let go...is not to cut all connections, but to cut a few here and lengthen a few there. To let go...is not to judge, but to seek understanding and acceptance, to let go is to stop focusing on something I wish to change, but is out of my control, to let go is to stop wanting things to be different and to start making them different, to let go is not to regret what was or wasn't or what might have been, it's to learn, grow, and prepare for the future.
Ketika Cinta...
Harus berkomitmen
Sebelum seseorang melakukan komitmen ada keraguan, kesempatan untuk mengurungkan niat, dan selalu ada ketidakefektifan. Dalam semua sikap inisiatif dan kreatif ada kebenaran yang mendasar, ketidaktahuan memupuskan ide dan rencana hebat. Pada saat seseorang melakukan komitmen, Illahi pun membantu. Segala hal terjadi demi membantu seseorang yang jika tidak melakukan komitmen semua itu tidak akan terjadi. Aliran peristiwa bermula dari keputusan, semua peristiwa dan pertemuan tak terduga serta bantuan materi yang menguntungkan seseorang yang tak pernah dibayangkan akan muncul dalam hidupnya.
Ketika Cinta...
Membuat kita harus bertemu dengan orang yang tidak tepat
Sometimes, when we have true love we must dare to try to let the one we love, love and beloved by someone else. Sometimes, we need to realize that love is not a choice, it is a gift. Sometimes, we must believe that God want us to meet so many wrong person before we meet the right one.
Ketika Cinta...
Harus membuat kita belajar mendengarkan dengan tulus
Mulailah belajar untuk menjadi seorang good listener, yang berarti dengarkanlah dengan mata, hati, dan telinga. Berdasarkan penelitian seorang mendengarkan kata-kata yang kita ucapkan sebanyak : 7%, melihat bahasa tubuh sebanyak : 53%, sedangkan merasakan nada atau perasaan sebanyak : 40%. Jadi lebih banyaklah mendengarkan dengan perasaan, karena itulah awal mula menjadi seorang pendengar yang baik. Belajarlah untuk menyelami perasaan orang yang sedang berbicara, percakapan bukanlah persaingan atau adu pandangan. Selalu mencoba untuk bersikap seperti cermin, menggulangi maknanya, menggunakan kata-kata sendiri dan bersikap hangat serta peduli.
Ketika Cinta...
Menuntut kita untuk menjadi proaktif
Kita akan belajar untuk bertanggung jawab terhadap hidup kita sendiri, belajar untuk tidak menyalahkan keadaan maupun oranglain. Kita belajar untuk menanamkan bahwa kitalah sumber pendorong bagi diri kita sendiri, kita adalah pengemudi bukan penumpang. Kita menyadari sepenuhnya bahwa kita tidak bisa mengendalikan reaksi kita terhadap hal tersebut. Kita akan selalu menjadi pelaku perubahan, memikirkan solusi dan inisiatif serta bertindak dan tidak menjadi korban.
Ketika Cinta...
Hadir di Dunia ini
Kita akan selalu berusaha melakukan yang terbaik. Cinta yang buta hanyalah sebuah kesalahpahaman, karena cinta justru membuat kita melihat kebenaran yang sejati.